UMS Percepat Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak dan Berkelanjutan, Perkuat Riset dan Inovasi Nasional

news.ums_.ac_.id-UMS-Siap-Akselerasi-Transformasi-Perguruan-Tinggi-Berdampak-dan-yg-Berkelanjutan

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan kesiapannya dalam mengakselerasi transformasi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bertema akselerasi dan transformasi pendidikan tinggi.

Dalam paparannya, Harun menyoroti lima kata kunci utama yang menjadi ruh pertemuan tersebut, yakni akselerasi, transformasi, berdampak, berkontribusi, dan berkelanjutan (sustainable). Ia menilai, kelima elemen tersebut bukan sekadar jargon, melainkan telah diimplementasikan secara konkret di lingkungan UMS.

“Dari lima kata kunci itu, saya kira semuanya sudah diterapkan di UMS,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam keynote speech yang disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, UMS disebut sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah yang siap melakukan lompatan besar, terutama dalam penguatan riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah bereputasi.

Kesiapan tersebut tercermin dari komitmen pendanaan riset yang signifikan. UMS mengalokasikan sekitar 14 persen dari total anggaran institusi untuk kegiatan penelitian, dengan nilai mendekati Rp40 miliar. Angka ini menunjukkan keseriusan UMS dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang kompetitif di tingkat nasional.

Dari sisi fokus keilmuan, UMS mengambil peran strategis di berbagai klaster riset prioritas nasional, antara lain bidang pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, serta ekonomi hijau. Pendekatan ini menempatkan UMS sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada output akademik, tetapi juga pada solusi atas persoalan nyata masyarakat.

Penguatan kolaborasi juga menjadi bagian dari strategi transformasi tersebut. UMS tercatat sebagai salah satu pelopor konsorsium riset inovasi yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini dengan nilai pendanaan mencapai Rp20 miliar. Keterlibatan ini semakin memperkokoh posisi UMS sebagai institusi yang aktif membangun jejaring riset berskala nasional.

Dalam konteks keberlanjutan dan kampus hijau, UMS turut mengintegrasikan isu pengelolaan sampah dalam agenda riset dan pengembangan. Melalui program “Waste Campus” yang dikembangkan sejak dua tahun terakhir, UMS mengusung konsep penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya. Program ini menjadi bagian dari strategi Green Metric dan komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa pihaknya tengah merancang program pengembangan PTS yang berorientasi pada dampak bagi daerah dan industri.

“Kami sedang membuat program berdampak daerah dan industri. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu sekalian bisa berkontribusi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembinaan bagi PTS yang telah menunjukkan kesiapan untuk berkembang lebih jauh. Menurutnya, perguruan tinggi seperti UMS memiliki fondasi kuat untuk melangkah menuju world class university melalui penguatan riset unggulan, inovasi berdaya saing, serta kolaborasi strategis lintas sektor.

Dengan langkah akseleratif di bidang riset, inovasi, dan keberlanjutan, UMS menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta unggulan di Jawa Tengah yang siap menghadirkan transformasi pendidikan tinggi yang adaptif, berdampak, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

sumber: UMS Siap Akselerasi Transformasi Perguruan Tinggi Berdampak dan Berkelanjutan – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top