Surakarta – Transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah kembali ditegaskan sebagai agenda strategis. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (LLDIKTI VI) Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., secara resmi membuka Rapat Koordinasi bertema Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah: Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan yang digelar di Ruang Seminar Lantai 8 Gedung FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2).
Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis antara LLDIKTI Wilayah VI, pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS), serta badan penyelenggara dalam merumuskan arah kebijakan dan penguatan tata kelola pendidikan tinggi di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Aisyah menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga relevansi dan daya saing institusi di tengah perubahan global yang dinamis.
“Transformasi pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan agar perguruan tinggi tetap relevan, bermutu, dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi harus responsif terhadap perkembangan teknologi, dinamika global, serta tuntutan dunia kerja. Di tingkat regional, transformasi pendidikan tinggi Jawa Tengah tidak hanya diarahkan pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, potensi lokal Jawa Tengah dapat menjadi fondasi inovasi sekaligus solusi atas persoalan riil masyarakat. Perguruan tinggi didorong untuk berperan aktif dalam memajukan sektor ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan.
Aisyah juga menyoroti pentingnya sinergi antara pimpinan PTS dan badan penyelenggara dalam membangun tata kelola yang sehat dan patuh regulasi. Kehadiran para ketua yayasan dalam forum tersebut menjadi indikator komitmen bersama memperkuat fondasi institusi.
“Budaya mutu adalah fondasi utama keberlanjutan PTS. Penyelarasan program dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi harus dipahami sebagai upaya peningkatan kinerja dan kualitas institusi secara substansial,” ujarnya.
Ia berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing perguruan tinggi. LLDIKTI Wilayah VI berkomitmen untuk terus mendampingi PTS agar berkembang menjadi institusi yang adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Arahan strategis turut disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., yang menekankan urgensi penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi multipihak sebagai motor percepatan transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Special Show Hadir dan Berdampak, penandatanganan komitmen bersama, serta peluncuran platform digital DIAJENG sebagai wujud konkret transformasi berbasis digital dan tata kelola terintegrasi.
Dalam sesi pleno yang dimoderatori Prof. Dr. Kristoko Dwi Hartomo, S.Kom., M.Kom., Kepala LLDIKTI Wilayah VI memaparkan materi bertajuk PTS Jawa Tengah Naik Kelas: Penguatan Tata Kelola untuk Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi Jawa Tengah. Sementara itu, Direktur P2M, Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., mengulas penguatan ekosistem penelitian PTS, mulai dari pendanaan, pengembangan sumber daya manusia, hingga publikasi ilmiah bereputasi.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., turut berbagi strategi percepatan capaian IKU melalui penguatan ekosistem akademik, riset, dan kemitraan strategis. Ia menegaskan bahwa integrasi tridarma perguruan tinggi dengan jejaring kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi yang berkelanjutan.
Forum ini menjadi momentum penting bagi PTS di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat riset dan inovasi, serta memperluas kolaborasi strategis. Dengan komitmen kolektif dan dukungan LLDIKTI Wilayah VI, transformasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa.






