Kemdiktisaintek Percepat Transformasi PTS Jawa Tengah agar Adaptif, Inovatif, dan Berdampak Berkelanjutan

news.ums_.ac_.id_-2

Surakarta – Transformasi perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah terus didorong agar semakin adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menargetkan percepatan akselerasi tersebut guna membangun ekosistem riset yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah yang digelar di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2).

Dalam paparannya, Fauzan menilai ekosistem inovasi dan penelitian di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, penguatan kebijakan dan dukungan lintas sektor tetap menjadi kunci.

“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang menjadi kekuatan riset Indonesia dan perlu terus diperkuat, yakni kolaborasi antara kampus dan industri, kebijakan serta budaya kewirausahaan, serta besarnya potensi pasar domestik. Ketiga faktor tersebut dinilai mampu menjadi fondasi pertumbuhan inovasi nasional.

Secara global, Indonesia bahkan menempati peringkat ke-8 dari 36 negara dalam jumlah luaran inovasi pada kategori negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia.

Untuk mempercepat akselerasi transformasi pendidikan tinggi dan riset nasional, pemerintah akan menjalankan dua jalur utama, yakni riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas diarahkan pada pemerataan penguatan penelitian di berbagai wilayah Indonesia. Sementara riset strategis difokuskan pada penyelesaian persoalan krusial seperti ketahanan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengelolaan sampah.

Fauzan menegaskan bahwa Indonesia tidak tertinggal dalam urusan inovasi. Namun, pembenahan tetap diperlukan agar ekosistem riset nasional semakin kokoh dan produktif. Ia menekankan pentingnya karakter adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan sebagai fondasi transformasi perguruan tinggi.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah mengalokasikan anggaran riset periode 2025/2026 sebesar Rp81,4 triliun, meningkat 21,4 persen dibanding periode sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 persen atau kurang lebih Rp500 miliar dialokasikan sebagai insentif bagi peneliti.

“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia.

Insentif tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, hilirisasi riset, serta pengabdian kepada masyarakat, dengan target peningkatan kesejahteraan peneliti dan produktivitas riset mulai tahun 2026.

Lebih lanjut, Fauzan menyampaikan bahwa orientasi riset nasional akan bergeser dari riset konsumtif menuju riset produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah juga memperkuat intervensi melalui kemitraan multipihak dengan BUMN, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga mitra internasional.

“Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.

Ia berharap pendanaan dan kebijakan transformasi riset tersebut mampu memberikan dampak konkret, khususnya pada sektor pertanian, pangan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.

Dengan strategi akselerasi ini, transformasi PTS di Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat daya saing pendidikan tinggi, memperluas kolaborasi riset, serta menghadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

sumber: Transformasi PTS Jawa Tengah Harus Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top