Surakarta – Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam memadukan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK), dan nilai-nilai keagamaan mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Gedung Induk Siti Walidah UMS, Selasa (10/2).
Kunjungan ke Rektorat UMS dilakukan usai menghadiri 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS) 2026 di Auditorium Mohammad Djazman UMS. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Islam dan pemerintah, khususnya dalam menghadapi tantangan era transformasi digital.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenag menilai UMS konsisten menyelaraskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai spiritual serta etika keagamaan. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi merupakan realitas yang tidak dapat dihindari, namun tetap harus berada dalam kendali manusia.
“Perkembangan teknologi saat ini adalah keniscayaan. UMS memiliki peran besar dalam mengendalikan perkembangan itu agar teknologi tetap berada di bawah kendali manusia,” ujar Romo.
Menurutnya, teknologi harus diterima sebagai bagian dari dinamika zaman, dirawat dan dikembangkan secara bijak. Di sisi lain, manusia tidak boleh kehilangan kesadaran bahwa teknologi diciptakan untuk memudahkan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup. Di sinilah urgensi peran manusia sebagai pengendali utama.
Romo kembali menegaskan konsep kepemimpinan manusia sebagai khalifah. “Khalifah yang harus mengendalikan agar teknologi yang digunakan ini benar-benar terkendali di bawah kesadaran manusia sehingga capaiannya itu tidak menabrak nilai etika, moral, dan agama,” imbuh dia.
Ia juga mendorong UMS agar terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung misi besar Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan dakwah. Pemanfaatan IPTEK secara tepat guna dinilai strategis dalam mewujudkan tujuan Muhammadiyah untuk memperbaiki kualitas umat di masa mendatang.
“Saya kira (UMS) harus ikut aktif apalagi Muhammadiyah punya sumber daya yang cukup untuk kemudian bisa bersama-sama membangun teknologi yang lebih maju, lebih kompetitif dengan perkembangan teknologi yang ada,” jelas Wamenag.
Terkait rencana penguatan kolaborasi antara Kementerian Agama dan UMS, ia memastikan komitmen kerja sama yang telah terjalin akan terus dijaga dan dikembangkan. Salah satu kerja sama strategis yang telah berjalan adalah pengembangan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam, yang menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas guru agama di Indonesia.
“Ke depan tentu kalau ada hal-hal lain yang bisa dikerjasamakan untuk kemajuan bangsa dan negara, apalagi ini spesifik di bidang keilmuan, kita pasti support,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan kesiapan UMS untuk terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa UMS berkomitmen berkontribusi dalam pengembangan keilmuan lintas bidang, mulai dari sains dan teknologi, sosial humaniora, hingga studi keagamaan.
“UMS sebagai pionir perguruan tinggi Islam dengan Kementerian Agama sebagai lembaga formal yang menaungi prodi-prodi keagamaan. Kami berharap kerja sama akan terus terjalin ke depannya,” kata Rektor UMS itu.
Kunjungan ini menegaskan posisi UMS sebagai perguruan tinggi Islam unggulan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus kokoh dalam menjaga nilai etika dan keagamaan. Sinergi antara UMS dan Kementerian Agama diharapkan mampu mendorong penguatan pendidikan tinggi Islam yang kompetitif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan bangsa di era digital.
sumber: Wamenag Apresiasi Komitmen UMS dalam Bidang Pendidikan dan IPTEK – Berita UMS





