Diskusi Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter, UMS Undang Prof. Nahla dari Al-Azhar Kairo

IMG_0877

 

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum yang menghadirkan Prof. Dr. Nahla Shabry As-Sha’idy, Dekan Fakultas Studi Islam Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Acara ini berlangsung pada Senin, 10 Februari 2020, di Auditorium Moh. Djazman, Kampus I UMS.

Kuliah umum tersebut dihadiri oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., beserta mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI), santri Ma’had Abu Bakar, Pondok Shabran, dan Pesma Mas Mansur UMS. Dalam sambutannya, Rektor UMS menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Nahla dan menekankan pentingnya kerja sama antara UMS dan Universitas Al-Azhar Kairo.

“Kami berharap kerja sama ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat besar bagi kedua institusi,” ujar Prof. Sofyan Anif.

Sebelum memulai pemaparan materi, Prof. Nahla menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari UMS dan menegaskan komitmen Al-Azhar untuk terus mendukung mahasiswa Indonesia.

“Grand Syekh Ahmed El-Tayeb selalu menekankan pentingnya membina mahasiswa Indonesia dan memberikan perhatian khusus kepada mereka,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum yang dimoderatori oleh Nur Sillaturohmah H., Lc., M.H., dosen Universitas Al-Azhar Kairo, Prof. Nahla membahas peran sentral ibu dalam pendidikan karakter anak. Ia menjelaskan bahwa seorang ibu tidak hanya bertugas mengasuh, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai mulia, seperti spiritualitas, akhlak, dan keseimbangan psikologis serta emosional.

Prof. Nahla menekankan pentingnya menanamkan kedisiplinan ibadah sejak dini, sebagaimana dicontohkan dalam hadis Rasulullah SAW tentang perintah shalat bagi anak sejak usia tujuh tahun.

“Anak perlu dibiasakan mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya agar mereka merasakan manisnya iman. Jika nilai-nilai ini tertanam dengan baik, manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh anak, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Nahla menyoroti pentingnya nilai-nilai akhlak seperti kejujuran, amanah, ikhlas, keberanian, dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengutip kisah Sayyidina Hamzah yang membela Rasulullah SAW sebagai contoh keteguhan prinsip dan keberanian.

Selain itu, Prof. Nahla menegaskan peran ibu dalam membentuk karakter anak melalui penanaman nilai kekeluargaan, saling mendukung, dan kebiasaan berbicara yang baik.

“Perkataan yang baik adalah indikator iman dan dapat mempererat ukhuwah. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan mengontrol emosi,” tambahnya.

Prof. Nahla juga mengingatkan pentingnya pendidikan psikologis dan emosional anak, dengan memberikan contoh tarbiyah yang dilakukan oleh ibunda Imam Malik.

“Seorang ibu harus cermat dalam mengarahkan potensi anak dengan penuh kasih sayang dan kesabaran agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Di akhir sesi, Prof. Nahla menyampaikan keprihatinannya terhadap degradasi nilai yang dialami generasi saat ini, yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya perhatian ibu dalam menjalankan peran sebagai pendidik utama di rumah.

“Kita perlu kembali kepada peran utama ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak, agar mereka tumbuh dengan karakter yang kuat dan nilai-nilai Islam yang kokoh,” pungkasnya.

Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara Prof. Nahla dan peserta kuliah umum, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya peran ibu dalam membentuk generasi berkarakter. (Fika/Humas)

sumber: Bahas Peran Ibu dalam Pendidikan Karakter, UMS Hadirkan Prof Nahla dari Al Azhar, Kairo – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top