UMS Sambut Kunjungan Wakil Menteri Dikti Saintek, Siap Hilirisasi Hasil Riset

fotoweb-11

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Saintek) Indonesia, Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D. Kunjungan ini berlangsung di Ruang Sidang BPH Lt. 6 Gedung Induk Siti Walidah, Kampus 2 UMS, pada Jumat, 7 Februari 2020.

Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyambut hangat kehadiran Prof. Stella Christie dan mengapresiasi kesempatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghilirisasi hasil riset.

“Ini merupakan bagian dari upaya UMS sebagai perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara, terutama dalam mendukung program hilirisasi hasil riset yang menjadi fokus Bu Wamen,” ujar Sofyan Anif, Sabtu, (8/2).

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan UMS, dekan, kepala biro riset dan inovasi, serta para peneliti. Sofyan Anif menekankan bahwa pertemuan ini sangat bermanfaat untuk menjembatani temuan-temuan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap banyak riset UMS, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan, dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memperkuat bangsa dan negara,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMS, Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., mempersilakan tim riset UMS mempresentasikan produk-produk unggulan yang ditargetkan pada tahun 2025. Produk-produk tersebut mencakup 23 inovasi di bidang pangan dan 7 inovasi di bidang energi, yang telah dipetakan berdasarkan tingkat kesiapan inovasinya.

Prof. Dra. Kun Harismah, M.Si., Ph.D., selaku Kabid Inovasi & Produk Unggulan LRI UMS, memaparkan beberapa produk unggulan, di antaranya Cookies Tepung Biji Nangka, Enteral Substitusi Ikan Tongkol, Beras Kuning Analog, Biskuit Tempe dan Bekatul, serta Sistem Monitoring Pemetaan dan Kesuburan Tanah.

Salah satu peneliti UMS, Sudrajah Warajati Kisnawaty, S.Gz, M.Gz., menjelaskan lebih detail tentang Cookies Tepung Biji Nangka dan Beras Kuning Analog. Menurutnya, Cookies Tepung Biji Nangka merupakan solusi inovatif yang mendukung ketahanan pangan melalui pemenuhan gizi balita, perbaikan status gizi, harga terjangkau, dan pemanfaatan sumber daya lokal.

“Produk ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam skala lokal maupun nasional,” jelas Sudrajah.

Merespons inovasi-inovasi yang dipresentasikan, Prof. Stella Christie mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil riset UMS. Ia juga menyoroti pentingnya menghubungkan hasil riset dengan program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Salah satu tantangan utama adalah kurangnya koordinasi antara badan pelaksana MBG dengan hasil riset yang telah dilakukan. Kami sedang memikirkan solusi untuk masalah ini,” ungkap Stella.

Prof. Stella Christie menambahkan bahwa Kemendikti Saintek berencana membangun platform yang memudahkan akses terhadap hasil riset perguruan tinggi.

“Platform ini akan memudahkan pihak yang membutuhkan untuk menemukan dan memanfaatkan hasil riset secara langsung. Dari pemaparan UMS, saya melihat banyak hasil riset yang sangat bagus dan siap untuk dihilirisasikan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap Cookies Tepung Biji Nangka yang dinilai mampu meningkatkan gizi balita dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Saya sangat senang bisa belajar banyak tentang riset-riset UMS yang hasilnya luar biasa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar hasil riset ini dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara luas,” pungkas Prof. Stella Christie.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara UMS dan pemerintah dalam mendorong hilirisasi riset untuk kepentingan masyarakat. (Yusuf/Humas)

sumber: UMS Sambut Kunjungan Wamen Dikti Saintek, Siap Hilirisasi Hasil Riset UMS – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top