UMS Perkuat Komitmen Pendidikan Global, Mahasiswa Palestina dan Yaman Raih Gelar Magister

IMG_4218

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan perannya sebagai kampus berkelas internasional melalui capaian gemilang mahasiswa asing. Salah satunya ditorehkan oleh Mahmoud Amjad Muhammad Bolad, M.Pd., mahasiswa asal Palestina dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, yang berhasil meraih predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 1 tahun 27 hari dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Bolad menyelesaikan studi magisternya di UMS melalui skema beasiswa penuh (fully funded) dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang secara khusus diberikan kepada mahasiswa Palestina. Kesempatan tersebut ia maknai sebagai anugerah besar sekaligus tonggak penting dalam perjalanan akademiknya.

“Saya sangat bersyukur bisa kuliah di UMS. Ini adalah kesempatan luar biasa dalam hidup saya. Beasiswa dari PP Muhammadiyah membuat saya bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya,” ungkap Mahmud, Sabtu (20/12) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Ia mengakui bahwa fase awal perkuliahan menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait perbedaan bahasa dan budaya. Namun, suasana akademik yang inklusif serta keramahan sivitas akademika UMS dan masyarakat Solo membuat proses adaptasi berjalan lebih cepat.

“Awalnya sulit karena bahasa dan budaya berbeda. Tapi orang-orang di UMS dan di Solo sangat ramah dan terbuka. Mereka banyak membantu saya memahami budaya dan kehidupan di Indonesia,” tuturnya.

Disiplin, manajemen waktu, serta perencanaan riset sejak awal menjadi kunci keberhasilan Bolad menyelesaikan studi dalam waktu singkat. Ia juga mengaku selalu memotivasi diri untuk terus berkembang, baik secara akademik maupun personal.

“Saya memang terbiasa menyelesaikan studi lebih cepat. Di S1 pun saya lulus dalam tiga tahun. Saya merasa tidak punya waktu untuk disia-siakan dan selalu berpikir untuk menjadi lebih baik, juga demi keluarga saya,” jelasnya.

Tesis yang disusunnya mengangkat topik pendidikan Bahasa Inggris di Palestina, tema yang sangat dekat dengan realitas hidupnya. Kedekatan emosional tersebut membuat proses penelitian menjadi lebih bermakna.

“Topik tesis saya tentang pendidikan Bahasa Inggris di Palestina. Itu personal bagi saya, jadi meskipun sulit, prosesnya terasa menyenangkan dan menyentuh. Setelah lulus, artikel saya juga berhasil terbit di jurnal bereputasi internasional berbasis Scopus, tentu dengan bimbingan dosen pembimbing saya di UMS,” katanya.

Di tengah capaian akademiknya, Bolad juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi negaranya yang masih dilanda konflik berkepanjangan.

“Sampai sekarang kondisinya masih sangat rumit. Bahkan setelah klaim gencatan senjata, masih banyak korban berjatuhan,” ujarnya.

Ke depan, ia membuka peluang untuk melanjutkan studi doktoral, baik di Indonesia maupun di luar negeri, serta tetap berharap dapat berkontribusi bagi Palestina dan dunia pendidikan secara global.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Bolad. Menurutnya, capaian tersebut menjadi cerminan kualitas akademik mahasiswa internasional UMS sekaligus komitmen kampus dalam mendukung pendidikan inklusif dan berdaya saing global.

“Wisudawan tercepat dari program S2 Pendidikan Bahasa Inggris diraih oleh mahasiswa kita dari Palestina, Saudara Mahmud Amjad Muhammad Bolad, dengan IPK 3,96 dan masa studi 1 tahun 27 hari. Ini menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa internasional UMS,” ujar Ihwan.

Ia menambahkan, keberhasilan ini memperkuat peran UMS dan Muhammadiyah dalam mendorong pendidikan lintas bangsa sebagai bagian dari misi kemanusiaan dan pengembangan sumber daya manusia global.

Selain Bolad, kisah inspiratif juga datang dari Ali Abdulraoof Taha Al-Maktari, mahasiswa asal Yaman lulusan Program Studi Magister Teknik Kimia. Ali mengungkapkan rasa bahagianya dapat menyelesaikan studi dan mengikuti prosesi wisuda di UMS.

“Saya berasal dari Yaman. Dan hari ini saya sangat bahagia karena bisa wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ungkap Ali.

Ia menyampaikan apresiasi kepada UMS dan jajaran pimpinan universitas yang telah membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada UMS terutama Prof. Harun, yang telah memberikan kami kesempatan untuk studi di Indonesia. Alhamdulillah, saya lulus S2 Teknik Kimia dan menyelesaikan studi dalam waktu dua tahun,” tuturnya.

Selama masa studi, Ali juga aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif, termasuk memperkenalkan budaya negaranya kepada pelajar di Indonesia serta memotivasi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya pernah mengunjungi beberapa sekolah untuk mengenalkan negara asal saya, sekaligus memotivasi anak-anak agar semangat berkuliah dan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Kami ingin mendorong mereka menjadi pemimpin terbaik bagi Indonesia,” katanya.

Ali turut mengapresiasi peran dosen UMS yang dinilainya sangat suportif selama proses pembelajaran hingga penyusunan tesis.

“Semua dosen yang mengajar saya sangat mendukung. Ketika saya mengalami kesulitan, mereka selalu ada, baik pagi maupun malam. Mereka tidak pernah menyerah menghadapi kesulitan tesis saya dan terus mendorong saya untuk memberikan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih dan mendoakan yang terbaik untuk para dosen saya,” pungkasnya.

Melalui capaian para mahasiswa internasional ini, UMS menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten mengusung nilai kemanusiaan, inklusivitas, dan kontribusi global dalam dunia pendidikan.

sumber: UMS Dukung Pendidikan Global, Mahasiswa Palestina dan Yaman Raih Gelar Magister – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top