Pesan Kedamaian Adi Hidayat Menggema di UMS: Membangun Dunia yang Rukun Lewat Tenis Meja

Foto-Web-News-UMS.zip-fotoweb-2-14 (1)

Surakarta – UMS kembali menjadi saksi hadirnya semangat perdamaian dan sportivitas dalam ajang UAH International Super Series V Solo 2025, yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Minggu (29/6). Lebih dari sekadar turnamen tenis meja, acara ini menghadirkan pesan mendalam tentang pentingnya membangun harmoni global melalui olahraga.

Ustaz Adi Hidayat (UAH), selaku penggagas kegiatan ini, menyampaikan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa dan budaya. Dalam suasana dunia yang penuh ketidakpastian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas batas untuk menciptakan tatanan yang damai dan berkeadaban.

“Event ini tidak hanya diadakan untuk menyelenggarakan kompetisi tenis meja, tetapi bagaimana kita memberikan pesan pada dunia di tengah situasi dinamika yang tidak menentu—sebagian bahkan hangat dan mencekam,” ujar UAH di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Ia mengajak para atlet, khususnya dari Indonesia, untuk membangun mentalitas yang kokoh dan positif dalam setiap kompetisi. Menurutnya, terdapat tiga jenis mentalitas atlet: mental pemenang, mental pembelajar, dan mental tertinggal.

Mental pemenang adalah mereka yang hadir dengan persiapan matang dan fokus untuk menjadi juara. Meski belum tentu menang, mereka tetap memberikan yang terbaik. Sementara itu, mental pembelajar adalah mereka yang menjadikan setiap pertandingan sebagai ruang refleksi dan pengembangan diri. Di sisi lain, mental tertinggal datang tanpa visi dan persiapan yang memadai.

“Turnamen ini tidak diadakan untuk mengakomodasi atlet dengan mental yang ketiga. Saya harap ke depan minimal, kalau bukan Anda berada di level kedua, maka Anda harus berada di level yang pertama,” pesannya penuh semangat.

Turnamen ini, lanjutnya, bukan hanya menjadi momen kompetisi, namun juga menjadi awal dari perjalanan baru menuju pengalaman yang lebih luas dan mendunia.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen ini turut disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang menilai ajang ini sebagai manifestasi dari olahraga yang tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan harmoni global.

“Atas nama UMS, harapannya agar UAH International Super Series ini ke depan menjadi legasi sebagai peletak dasarnya Ustaz Adi Hidayat dan bisa berputar dan menjadi daya dorong untuk mengantarkan keseimbangan olahraga tenis dan olahraga spiritual,” ujar Rektor.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., yang merasa bangga UMS dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional ini. Ihwan berharap kegiatan ini menginspirasi mahasiswa UMS, khususnya yang memiliki bakat di bidang tenis meja, untuk berani tampil dan bersaing di level global.

“Kita tentu berharap para mahasiswa—talenta-talenta muda terutama di bidang tenis meja—bisa memanfaatkan event ini, karena ini bisa memberikan wawasan global dan menjadi semangat baru untuk kompetisi di masa mendatang,” ungkap Ihwan.

UAH International Super Series V di UMS tidak hanya memperkuat diplomasi olahraga antarbangsa, namun juga menegaskan bahwa di balik raket dan bola kecil, tersimpan misi besar: membangun dunia yang lebih damai, lebih beradab, dan lebih menyatukan.

sumber: Pesan Adi Hidayat Menggema di UMS: Bangun Dunia Lebih Damai Lewat Olahraga – News UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top