UMS Teguhkan Ideologi Kemuhammadiyahan Bersama PRM Podo Pekajangan

WhatsApp Image 2025-06-28 at 2.27.21 PM

Surakarta – Semangat memperkuat nilai-nilai ideologis dan spiritual Muhammadiyah kembali digaungkan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam kegiatan Peneguhan Ideologi Kemuhammadiyahan yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Juni 2025. Bertempat di ruang seminar lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah, acara ini dihadiri lebih dari 250 peserta dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Podo, Cabang Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kehadiran rombongan yang terdiri dari unsur Pimpinan Ranting, Pimpinan Ranting Aisyiyah, serta generasi muda Muhammadiyah dan Aisyiyah ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan universitas. Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Investasi, dan Aset, Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si., M.Si., Apt., Wakil Rektor III Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pengkaderan, dan Alumni, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., serta Kepala Bagian Hukum, Layanan Persyarikatan, dan Umum Biro Rektorat, Bambang Sukoco, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Prof. Da’i menegaskan pentingnya peran warga Muhammadiyah dalam menjalankan ajaran Islam yang murni, berakhlak mulia, serta aktif membangun masyarakat. “Sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, kita memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menjadi insan yang memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari PRM Podo, Bapak Sumarno, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari UMS. Ia juga menekankan bahwa kunjungan ini tidak hanya melibatkan pimpinan ranting, tetapi juga ibu-ibu Aisyiyah, serta anak-anak muda yang diharapkan kelak menjadi kader persyarikatan. “Muhammadiyah dan Aisyiyah itu besar, bukan kecil. Maka jangan ragu menyekolahkan atau mengkuliahkan anak-anak kita ke UMS,” ucapnya penuh keyakinan.

Kegiatan inti diisi dengan tausiyah oleh Dr. Mutohharun Jinan, yang mengangkat pentingnya silaturahmi dalam bingkai semangat tholabul ‘ilmi. Ia mengingatkan bahwa belajar bukan sekadar rutinitas intelektual, tetapi juga bagian dari jalan dakwah yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. “Menuntut ilmu adalah thariqon, jalan untuk meningkatkan kebaikan kepada masyarakat dan menyeru kepada Islam,” ungkapnya.

Ia juga mengisahkan bagaimana KH Ahmad Dahlan memulai dakwah Muhammadiyah dari pengajian-pengajian kecil, jauh sebelum mendirikan organisasi resmi. “Muhammadiyah berawal dari gerakan ilmu, gerakan pencerahan. Maka ruh ini harus terus dijaga,” pesannya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penyegaran ideologis, tetapi juga momentum mempererat tali ukhuwah antara UMS sebagai institusi pendidikan dan warga persyarikatan di akar rumput. Kehadiran anak-anak, remaja, serta para orang tua dalam satu forum mencerminkan kesinambungan kaderisasi yang menjadi kekuatan utama gerakan Muhammadiyah.

UMS, sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, terus berkomitmen menjadi rumah pembinaan ideologi, ilmu, dan amal, demi mewujudkan masyarakat yang tercerahkan dan berkemajuan.

Berita Lainnya

Scroll to Top