Jakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata transformasi berkelanjutan dan penguatan reputasi global UMS sebagai perguruan tinggi Islam berkelas dunia.
Dalam malam penganugerahan yang digelar di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Jumat (20/2), UMS meraih kategori Excellence in Islamic World Class University Performance 2026 untuk tingkat institusi. Sementara itu, Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menerima penghargaan Best Transformational Leader in Islamic Higher Education 2026 atas kepemimpinan visionernya dalam mendorong perubahan strategis di lingkungan kampus.
Capaian ganda ini memperkuat posisi UMS sebagai kampus Islam yang tidak hanya berkembang dari sisi jumlah mahasiswa dan program studi, tetapi juga melakukan transformasi sistemik di bidang tata kelola, internasionalisasi, serta penguatan riset berbasis nilai Islam.
Dalam sambutannya, Harun menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah capaian personal semata.
“Penghargaan dan apresiasi ini sesungguhnya bukan pribadi. Ini adalah pengokohan terhadap institusi Universitas Muhammadiyah Surakarta,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Metro TV, dewan juri ITAY 2026, serta seluruh sivitas akademika UMS yang dinilainya menjadi fondasi utama keberhasilan transformasi kampus.
Menurut Harun, transformasi telah menjadi DNA UMS sejak berdiri 78 tahun silam. Ia menyebutkan empat pilar utama yang terus dijaga dan diperkuat, yakni transformasional, inovasi berkelanjutan, konsistensi jangka panjang, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Transformasi dan inovasi tidak cukup jika tidak dilakukan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata. Perguruan tinggi harus dicintai, dipercaya, dan memberi kontribusi untuk negeri,” tegasnya.
Bagi UMS, penghargaan ITAY 2026 bukanlah titik akhir, melainkan momentum untuk melangkah lebih jauh. Kampus yang berbasis di Surakarta ini terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, memperkuat hilirisasi riset, serta membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global.
“Kami datang dari Surakarta, dari Jawa Tengah. Tetapi orientasi kami adalah global. Silakan datang ke Solo, kunjungi UMS, dan saksikan bagaimana transformasi itu kami jalankan,” imbuhnya optimistis.
Dewan juri ITAY menilai UMS menunjukkan peningkatan signifikan dalam reputasi nasional dan internasional, kerja sama global, produktivitas riset, serta pembaruan sistem akademik. UMS dinilai mampu memadukan mutu akademik unggul dengan nilai-nilai Islam dalam satu kerangka universitas berkelas dunia.
Salah satu juri, Prof. Dr. Ricardi S. Adnan, M.Si., menyebut UMS sebagai contoh konkret bahwa identitas keislaman justru menjadi energi penggerak reputasi global.
“Perguruan tinggi yang berprestasi adalah yang mampu berinovasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. UMS menunjukkan nilai Islam dan kualitas akademik dapat berjalan beriringan,” katanya.
Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, turut menambahkan bahwa transformasi UMS berlangsung konsisten, terukur, dan berorientasi masa depan. Penghargaan ini, menurutnya, menjadi bentuk apresiasi atas komitmen UMS menjadikan universitas sebagai pusat keunggulan akademik dan religi yang responsif terhadap dinamika zaman.
Acara ITAY 2026 dibuka oleh Suryopratomo selaku Komisaris Metro TV dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Arief Satria (Kepala BRIN), TB Ace Hasan Syadzili (Gubernur Lemhanas), serta Komaruddin Hidayat (Ketua Dewan Pers), bersama jajaran direksi BUMN, BUMD, dan para rektor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan lima indikator utama: prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi.
Raihan dua penghargaan Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 semakin mempertegas langkah UMS sebagai universitas Islam berkelas dunia yang progresif, adaptif, dan berdampak luas. Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, UMS memilih jalur transformasi berkelanjutan—tajam dalam visi, kuat dalam eksekusi, dan kokoh dalam nilai keislaman.
sumber: UMS Borong Penghargaan ITAY 2026, Bukti Transformasi dan Reputasi Global – Berita UMS





