Surakarta – Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam mengembangkan tata kelola kelembagaan dan inovasi pendidikan kembali menarik perhatian perguruan tinggi lain. Pada Senin (26/5), UMS menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari dua institusi sekaligus, yakni Universitas Ciputra Surabaya dan STKIP Modern Ngawi.
Kedatangan para tamu disambut secara langsung oleh Wakil Rektor IV UMS, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., yang mengawali pertemuan dengan pemaparan hangat seputar struktur dan dinamika kelembagaan di UMS. Dalam sambutannya, Prof. Em menjelaskan bahwa struktur organisasi di UMS memang terbilang cukup kompleks, hal ini tidak lain karena adanya kebutuhan untuk fokus pada target-target pengembangan kampus yang terus berkembang.
“Struktur kami memang gemuk, karena di UMS banyak lembaga dan biro yang dibentuk untuk mendukung berbagai fokus capaian. Tapi saya kira ini benchmarking saling belajar, karena prinsipnya tentu sederhana. Yang kuat punya kelemahan, tapi yang lemah juga punya kekuatan,” ujar Prof. Em, dengan penuh semangat kolaboratif.
Ia pun berharap momen pertemuan ini bisa menjadi ruang saling berbagi inspirasi dan pengalaman yang membawa manfaat bagi semua pihak.
Dari pihak Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Benny Irawan, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Teaching and Learning Center, mengungkapkan rasa antusiasnya bisa berkunjung langsung dan belajar dari praktik-praktik baik yang diterapkan UMS. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kesempatan untuk kulakan inovasi yang nantinya bisa diadaptasi dan diterapkan di kampusnya.
“Ketika kita perjalanan ke sini, kita harus bisa kulakan inovasi yang nantinya bisa diterapkan di Universitas Ciputra,” ujar Benny, menyampaikan pesan dari pimpinan universitasnya.
Rombongan dari Universitas Ciputra juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ajang pertukaran ide, pengalaman, dan semangat berbagi untuk kemajuan bersama.
Sementara itu, Wakil Ketua III STKIP Modern Ngawi, Army Al Islami Ali Putra, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UMS dalam menerima pihaknya untuk belajar secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, Army dengan rendah hati menyebut bahwa institusinya yang masih berusia sekitar satu dekade, sangat membutuhkan inspirasi dari kampus yang lebih mapan.
“Jadi memang sangat perlu sekali kami belajar dari kampus UMS karena kami merasa kampus ini sangat besar, dan kami pun harus belajar langsung dari kampus yang paling besar,” ungkap Army penuh kekaguman.
Ia juga mengungkapkan harapan agar ke depan, STKIP Modern Ngawi tidak hanya berhenti sebagai sekolah tinggi, tetapi mampu tumbuh dan berkembang seperti UMS.
Kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang saling mengenal lebih dalam, tetapi juga mempererat semangat kolaborasi antar perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, dinamis, dan berdaya saing.
sumber: UMS Terima Benchmarking dari Dua Kampus Sekaligus – News UMS






