UMS Gelar Kajian Ramadan: Bahas Konsep Wasathiyah, Manajemen Organisasi, dan Zakat

fotoweb-2-64

Surakarta – Dalam rangka memperkuat ibadah serta komitmen keislaman warga Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengadakan Pengajian Ramadan khusus bagi Pimpinan Cabang dan Ranting se-Solo Raya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (23/3) dengan menghadirkan tiga materi utama yang relevan bagi perkembangan Muhammadiyah.

Ketiga materi tersebut meliputi Risalah Islam Berkemajuan (RIB) dan Implementasinya, Strategi dan Transformasi Sistem Organisasi, serta Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Umat dan Persyarikatan.

Meneguhkan Wasathiyah melalui Risalah Islam Berkemajuan


Materi pertama disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang menekankan pentingnya Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sebagai kontribusi nyata Muhammadiyah bagi bangsa dan negara. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa salah satu pilar utama dalam RIB adalah Wasathiyah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 143.

 

“Artinya kita sebagai warga Muhammadiyah tidak boleh hanya sebagai penonton, harus aktif, harus punya peran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak malas dalam menghadiri rapat atau pengajian, sehingga bisa terus meningkatkan pengetahuan dan mengasah hati dalam memahami komitmen berorganisasi. Selain itu, Muhammadiyah dipahami bukan hanya berfokus pada aspek akhirat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mengelola sumber daya untuk kesejahteraan umat di dunia.

Strategi Transformasi Organisasi Menuju Profesionalisme


Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Da’i, S.Si, Apt, M.Si., yang membahas pentingnya strategi dan transformasi dalam sistem organisasi Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah harus berkembang menjadi organisasi Profesional, Maju, dan Modern (PMM) dengan manajemen yang lebih terstruktur.

 

“Mari kita ini untuk mengelola Muhammadiyah dalam wujud organisasi yang terstruktur dan rapi, yang ini menjadi salah satu kunci capaian-capaian di atas,” ujarnya.

Dalam paparannya, Prof. Da’i juga menyoroti keberhasilan jaringan persyarikatan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang telah berkembang pesat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih ada beberapa cabang dan AUM yang kurang bergerak dan perlu diperkuat agar tetap sehat, efektif, serta efisien. Untuk itu, ia menekankan perlunya inovasi dalam strategi dan budaya organisasi guna memastikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tetap sesuai dengan visi yang dicita-citakan.

Optimalisasi Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Kemajuan Umat


Materi terakhir disampaikan oleh Ikhwanushoffa, yang menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan umat Islam di Indonesia dalam membayar zakat. Ia mengungkapkan bahwa banyak orang lebih memilih untuk mendaftar haji dibandingkan menunaikan zakat.

“Orang Islam Indonesia kalau diajak zakat banyak debatnya (menolak), tetapi di saat yang sama daftar haji,” tuturnya.

Menurutnya, rendahnya kesadaran zakat ini disebabkan oleh minimnya dakwah mengenai zakat. Ia menekankan bahwa zakat dapat ditunaikan tidak hanya secara pribadi, tetapi juga melalui Lembaga Amil Zakat yang telah diakui negara. Dengan demikian, penyaluran zakat menjadi lebih terstruktur dan manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas oleh umat.

Ia pun mengajak warga Muhammadiyah untuk lebih aktif dalam menunaikan zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazismu, sebagai lembaga resmi yang dapat mengelola dan mendistribusikan dana umat secara optimal.

Meneguhkan Komitmen Muhammadiyah dalam Berkontribusi untuk Umat

Pengajian Ramadan ini menjadi ajang refleksi bagi para pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah untuk memperkuat komitmen ideologi, politik, dan organisasi dalam gerakan dakwah Islam. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang Risalah Islam Berkemajuan, strategi organisasi yang adaptif, serta pentingnya zakat sebagai bentuk solidaritas sosial, diharapkan Muhammadiyah semakin berkembang sebagai gerakan Islam yang inklusif, modern, dan berdampak luas bagi masyarakat.

sumber: Pengajian Ramadan di UMS: Wasathiyah, Strategi Organisasi, dan Zakat Jadi Materi Utama – Berita UMS’

Berita Lainnya

Scroll to Top