Safari Ramadan UMS: Mengukuhkan Peran Muhammadiyah sebagai Pelopor Kemajuan

fotoweb-39

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Safari Ramadan 1446 H yang mengangkat tema “Pengajian dan Pengarahan” bagi sivitas akademika. Kegiatan ini terbagi dalam empat kloter yang berlangsung pada 14-19 Maret 2025.

Pada kloter pertama yang digelar pada Jumat (14/3), peserta yang hadir berasal dari berbagai fakultas dan unit, termasuk Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Agama Islam, serta sejumlah lembaga dan biro di lingkungan UMS. Acara ini berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., didampingi oleh Wakil Rektor IV, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., Wakil Rektor V, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., serta Sekretaris Rektor, Prof. Dr. Anam Sutopo.

Dalam kesempatan ini, Rektor UMS menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran besar dalam membangun peradaban, khususnya jika dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menyoroti bahwa Muhammadiyah telah memenuhi hampir semua indikator SDGs, menjadikannya sebagai organisasi yang unggul dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Dalam sejarah perjuangan bangsa kita, Muhammadiyah selalu berada di garis terdepan, berpikir secara kontekstual, tidak hanya tekstual,” ujar Sofyan Anif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana konsep Tajdid Muhammadiyah telah membawa pemahaman Al-Qur’an dan As-Sunnah ke dalam berbagai aspek kehidupan melalui fikih air, fikih lingkungan, fikih wanita, dan sebagainya, yang juga sejalan dengan prinsip SDGs.

Dalam pemaparannya, Rektor UMS juga membahas Risalah Islam Berkemajuan, yang merupakan ideologi utama Muhammadiyah. Menurutnya, konsep ini telah menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah sejak awal berdiri.

“Risalah Islam Berkemajuan adalah perwujudan nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan hadis yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah ideologi yang diyakini sebagai kebenaran,” jelasnya.

Ia mencontohkan bagaimana Muhammadiyah dalam menentukan awal Ramadan tidak hanya menggunakan metode rukyat secara tekstual, tetapi juga rukyatul bil ‘ilmi, yaitu dengan pendekatan ilmu hisab. Selain itu, Muhammadiyah dalam memahami Al-Qur’an dan hadis tidak hanya berpegang pada pendekatan bayani (tekstual), tetapi juga burhani (rasional) dan bahkan irfani (spiritual), sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan umat.

Rektor UMS juga menggarisbawahi pentingnya berdakwah tidak hanya dengan lisan (bil lisan), tetapi juga melalui tindakan nyata (bil hal) yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain memberikan arahan, dalam Safari Ramadan ini Rektor UMS juga membuka sesi diskusi dengan sivitas akademika untuk menyerap berbagai masukan demi kemajuan universitas. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah kurangnya pemanfaatan dana beasiswa bagi dosen dan tendik yang ingin melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3).

“Saya menunggu usulan bapak ibu terkait dengan studi lanjut S3, barangkali ada gagasan yang lebih baik untuk meningkatkan pemanfaatan dana ini,” ujarnya.

Melalui Safari Ramadan ini, UMS menegaskan kembali perannya sebagai institusi yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, spiritualitas, serta kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.

sumber: Safari Ramadan UMS, Muhammadiyah Adalah yang Nomor Satu – Berita UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top