Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi mengoperasikan Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin sebagai salah satu amal usaha strategis di bidang kesehatan. Peresmian ini menjadi penanda komitmen UMS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan profesional, islami, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus ramah bagi keluarga.
Badan Pembina Harian (BPH) RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. Harun, S.H., M.H., menyampaikan bahwa rumah sakit ini merupakan amal usaha UMS yang tidak hanya bergerak di layanan kesehatan, tetapi juga mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Ia menegaskan bahwa pendirian rumah sakit ini diniatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
“Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin dirancang untuk memberikan layanan kesehatan yang profesional, komprehensif, bermutu, berkeadilan, ramah keluarga, sekaligus menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkemajuan,” ujarnya, Sabtu (13/12), di halaman RS UMS A.R. Fachrudin.
Ia juga menyampaikan bahwa RS UMS A.R. Fachrudin telah dinyatakan memenuhi persyaratan operasional setelah terbitnya surat izin resmi dari Wali Kota Surakarta. Oleh karena itu, BPH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendirian hingga perizinan rumah sakit.
Direktur RS UMS A.R. Fachrudin, Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas dimulainya operasional rumah sakit tersebut.
“Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu. Akhirnya Rumah Sakit ini dapat kita launching, dan ini hari perdana grand opening. Tahap pertama rumah sakit kami memiliki 60 tempat tidur dengan 14–16 layanan poliklinik, dan nantinya akan terus berkembang. Lebih dari 30 dokter spesialis dan konsulen telah bergabung, memperkuat pelayanan rumah sakit kami,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa RS UMS A.R. Fachrudin juga menjadi rumah sakit pendidikan yang mendukung Fakultas Kedokteran UMS. Rumah sakit ini mengusung tagline Compassion, Accuracy, Responsibility, Empathy (CARE) sebagai nilai dasar pelayanan.
“Artinya, kami berusaha dengan sepenuh hati dan setulus hati merawat pasien, memberikan diagnosis dan treatment yang tepat, serta memastikan pasien pulang dalam keadaan sehat dan senang. Rumah sakit ini juga mendukung program Wali Kota Surakarta dalam mengembangkan Solo sebagai Kota Wisata Kesehatan,” jelasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran RS UMS A.R. Fachrudin sebagai bagian dari tradisi panjang Muhammadiyah dalam pelayanan kesehatan. Ia berharap rumah sakit ini mampu mewujudkan pelayanan sesuai dengan semangat CARE.
“Rumah sakit Muhammadiyah sejak awal berdiri dilandasi oleh spirit Al-Ma’un, yaitu pelayanan dengan dasar kasih sayang. Ini bukan sekadar pelayanan medis, tetapi pelayanan kemanusiaan yang harus dirasakan oleh pasien dan keluarganya,” tegasnya.
Haedar juga menekankan pentingnya sikap humanis tenaga kesehatan dalam melayani pasien. Menurutnya, empati, komunikasi yang baik, dan sapaan tulus menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan, mengingat pasien dan keluarga kerap berada dalam kondisi psikologis yang rentan. Selain itu, ia menyoroti tantangan dunia rumah sakit saat ini, termasuk meningkatnya kesadaran hukum masyarakat dan pentingnya peran rumah sakit sebagai pusat edukasi kesehatan.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah dan UMS atas kontribusinya dalam memperkuat layanan kesehatan di Kota Solo.
“Kehadiran RS UMS A.R. Fachrudin akan menjadi aset penting bagi Kota Surakarta. Fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang humanis akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa melalui RS UMS A.R. Fachrudin, UMS berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan terbaik dengan pendekatan pelayanan yang menyentuh aspek lahir dan batin. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
“Rumah sakit ini tidak hanya hadir untuk mengobati, tetapi juga mendidik masyarakat agar memiliki kesadaran hidup sehat sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Dengan diresmikannya operasional RS UMS A.R. Fachrudin, UMS berharap rumah sakit ini dapat tumbuh sebagai pusat layanan kesehatan unggulan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, memperkuat peran Muhammadiyah dalam pelayanan kesehatan nasional, serta menghadirkan pengalaman berobat yang aman, nyaman, dan penuh empati.
seumber: RS UMS A.R. Fachrudin Resmi Beroperasi, Dorong Pelayanan Humanis dan Berempati – Berita UMS








