Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat reputasi global perguruan tinggi melalui partisipasi aktif dalam berbagai pemeringkatan internasional, salah satunya Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR). Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat persiapan QS WUR 2027 yang melibatkan jajaran pimpinan universitas hingga tingkat fakultas.
Wakil Rektor V UMS, Prof. Supriyono, Ph.D., menegaskan bahwa UMS telah lama terlibat dalam berbagai skema pemeringkatan internasional, termasuk QS yang memiliki pengaruh besar di kancah akademik dunia. Menurutnya, QS menjadi salah satu rujukan utama universitas-universitas terkemuka global.
“Ini adalah satu lembaga perangkingan yang kemudian memainkan dunia,” ujarnya, Sabtu (6/12), di Ruang Sidang BPH UMS.
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia menjadikan QS dan Times Higher Education (THE) sebagai acuan dalam penilaian World Class University (WCU). Oleh karena itu, partisipasi aktif dan strategi yang tepat dalam pemeringkatan QS WUR menjadi langkah penting bagi UMS.
Dalam forum tersebut, Supriyono menjelaskan bahwa UMS saat ini memfokuskan penguatan pada dua indikator utama QS WUR, yakni academic reputation dan employer reputation. Kedua indikator ini memiliki bobot penilaian yang sangat signifikan, bahkan telah melampaui 50 persen dari total skor.
Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat mengantarkan UMS kembali masuk dalam daftar universitas dunia versi QS WUR.
“Kita sama-sama sengkuyung agar kita kembali masuk ke QS WUR,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa reputasi dan pemeringkatan internasional menjadi perhatian serius institusi karena berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik.
“UMS menaruh perhatian sangat serius terhadap reputasi dan pemeringkatan. Karena itu dampaknya adalah kepercayaan publik,” ujarnya.
Rektor menjelaskan bahwa di tengah beragamnya lembaga pemeringkatan global, masyarakat sering kali kesulitan membedakan kredibilitas masing-masing lembaga. Padahal, pemerintah Indonesia secara resmi merujuk pada QS dan THE sebagai indikator utama.
“Atas nama UMS menaruh perhatian serius kepada pemeringkatan ini sebagai satu bagian dari reputasi dan bagian dampak berbagai komponen,” katanya. Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika UMS untuk bersama-sama memberikan perhatian dan kontribusi nyata dalam proses pemeringkatan ini.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan Reputasi Global UMS, Dr. Agus Ulinuha, M.T., memaparkan bahwa saat ini UMS aktif mengikuti 11 pemeringkatan internasional, di antaranya QS, THE, UI GreenMetric, EduRank, UniRank, dan sejumlah pemeringkatan global lainnya.
Ulinuha juga menjelaskan posisi UMS dalam pemeringkatan global serta strategi yang tengah disiapkan, termasuk pemetaan dan penguatan kerja sama dengan mitra luar negeri guna mendukung capaian indikator-indikator QS WUR.
“Mudah-mudahan ini akan memudahkan, PIC saat ini memang per fakultas tetapi nanti sampai prodi-prodi juga. Harapan kami fakultas mengkoordinir prodi-prodi, sehingga suatu saat prodi akan kami undang maka tidak akan jadi masalah, untuk melihat progresnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa UMS menargetkan pengiriman (submit) data QS WUR 2027 pada pertengahan Januari 2026. Melalui persiapan yang matang dan sinergi seluruh unit, UMS optimistis dapat kembali memperkuat posisinya dalam QS World University Rankings, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas dan daya saing institusi di tingkat global.
sumber: Persiapkan QS WUR 2027, UMS Perkuat Strategi Reputasi Global – Berita UMS







