Surakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diajak untuk menyiapkan diri secara serius menghadapi dinamika dunia kerja di era digital. Pesan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. dalam Kuliah Umum Stadium General bertema “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja di Era Digital” yang digelar UMS, Jumat (30/1), di Ruang Seminar Ahmad Syafii Maarif lantai 8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.
Kegiatan akademik ini diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas dan menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan civitas academica dalam membaca arah perubahan ketenagakerjaan nasional maupun global.
Dalam pemaparannya, Yassierli menyoroti tantangan ketenagakerjaan Indonesia yang masih dihadapkan pada persoalan pengangguran dan keterbatasan lapangan kerja. Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara dengan bonus demografi, transformasi ketenagakerjaan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan proses yang berkelanjutan.
“Indonesia ini negara besar, dan perubahan ketenagakerjaan itu tidak bisa instan, semua butuh waktu dan proses,” ujarnya.
Yassierli menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami pergeseran besar yang dipengaruhi oleh tiga pendorong global utama, yakni disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan digitalisasi, transisi hijau dan keberlanjutan, serta perubahan demografi yang turut menggeser sektor care economy.
“Tiga global drivers ini mengubah secara mendasar lanskap dunia kerja yang kita kenal selama ini,” katanya.
Perubahan tersebut, lanjutnya, berdampak langsung pada arah pertumbuhan lapangan kerja di berbagai sektor strategis, seperti ekonomi digital dan kreatif, ekonomi hijau, biru, dan sirkular, hingga ekonomi berbasis layanan dan kemanusiaan.
“Arah pertumbuhan pekerjaan ke depan akan banyak bertumpu pada sektor-sektor ini,” ungkapnya.
Di hadapan mahasiswa UMS, Yassierli menegaskan bahwa generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam arus perubahan. Ia mendorong mahasiswa untuk menemukan keunikan dan keunggulan personal agar mampu bersaing secara global.
“Pesan saya, adik-adik harus be unique, be different, and be a champion di bidang masing-masing,” tegasnya.
Ia juga memaparkan data tentang cepatnya evolusi jenis pekerjaan akibat kemajuan teknologi. Berdasarkan data LinkedIn, sekitar 80 persen pekerjaan yang saat ini tumbuh belum ada dua dekade lalu, sementara 10 persen pekerja saat ini memiliki jabatan yang belum dikenal pada tahun 2000.
“Dunia kerja terus berubah, dan data ini menunjukkan betapa cepat perubahan itu terjadi,” jelas Yassierli.
Dalam konteks ekonomi digital, ia menyoroti pertumbuhan signifikan ekonomi platform digital, mulai dari e-commerce, media daring, layanan perjalanan, transportasi, hingga pesan antar makanan sepanjang 2015–2023. Indonesia bahkan disebut sebagai negara dengan sektor e-commerce terbesar di kawasan.
“Ekonomi platform digital tumbuh sangat cepat, dan Indonesia menjadi salah satu pemain terbesar di kawasan,” ujarnya.
Selain itu, Yassierli menyinggung menguatnya tren gig economy dan freelance, meningkatnya pekerja jarak jauh lintas negara, serta pola kerja yang semakin fleksibel. Ia menegaskan bahwa keterampilan kecerdasan buatan kini menjadi kompetensi kunci bagi tenaga kerja masa depan.
“Sebanyak 69 persen pemimpin di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut seseorang tanpa keterampilan AI,” katanya.
Menurutnya, dunia kerja modern kini lebih menitikberatkan pada keterampilan nyata dibandingkan semata latar belakang pendidikan formal.
“Sekarang zamannya skills, not schools, yang dilihat adalah apa yang bisa Anda kerjakan,” tuturnya.
Menutup kuliah umum tersebut, Yassierli mengajak mahasiswa UMS untuk meninggalkan pola pikir statis dan beralih pada growth mindset agar mampu beradaptasi dan menciptakan peluang di tengah perubahan. Ia mengingatkan bahwa lebih dari separuh keterampilan kerja diperkirakan akan berubah, dan sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi hilang atau terotomasi pada 2030.
“Growth mindset adalah kunci agar kita bisa bertahan dan menciptakan peluang baru di tengah perubahan,” pungkasnya.
Kuliah umum ini menjadi penguatan peran UMS dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja digital yang terus bergerak dinamis.
sumber: Mahasiswa UMS Diajak Siap Hadapi Dunia Kerja Digital oleh Menaker RI – Berita UMS





