Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta – Semangat spiritual dan intelektual kembali disemai di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kegiatan Cinta Subuh, sebuah program rutin yang mendorong sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk membiasakan diri melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Sudalmiyah Rais. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang tak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya ilmu dan peran mahasiswa dalam kehidupan modern.
Dalam edisi Cinta Subuh yang digelar pada Sabtu (10/5), hadir langsung Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., yang menyampaikan tausiyah sekaligus berbagi wawasan strategis mengenai arah pengembangan universitas ke depan.
Prof. Harun menyampaikan bahwa UMS terus memperluas cakupan keilmuan di jenjang tertinggi. “Saat ini UMS menjadi salah satu universitas swasta yang memiliki jumlah program studi doktoral (S3) yang cukup banyak. Kami juga sedang menyiapkan pembukaan Program Doktor Informatika dan Doktor Kesehatan sebagai upaya menjawab kebutuhan zaman,” tuturnya.
Lebih dari itu, Prof. Harun juga menyoroti pentingnya integrasi antara nilai-nilai spiritual dan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk merancang kurikulum yang menjadikan shalat fardhu sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.
“Kita ingin shalat fardhu, khususnya berjamaah, tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran yang terstruktur dan berdampak,” ujar Prof. Harun. Ia juga menambahkan bahwa UMS sedang mengembangkan mata kuliah Literasi Digital yang akan diterapkan di seluruh fakultas sebagai respons terhadap tantangan era digital. “Kita harus memahami kenapa literasi digital penting, dan itu harus dimulai dari bangku kuliah di semua program studi,” tambahnya.

Acara Cinta Subuh kali ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), serta Fakultas Farmasi. Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme mahasiswa UMS dalam menyelaraskan dimensi ruhani dan akademik.

Salah satu momen yang menghangatkan suasana adalah saat Dani, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia asal Lampung, diminta maju untuk membacakan dan menerjemahkan Surat Al-An’am ayat 162. Atas keberaniannya, Dani mendapatkan hadiah sebuah buku berjudul Halal Love Journey karya Muhammad Robby Hidayat. Momen tersebut menjadi simbol bahwa apresiasi terhadap keaktifan dan semangat belajar tidak hanya datang dalam bentuk nilai, tetapi juga penghargaan yang membekas.
Program Cinta Subuh di UMS terus menjadi media pembinaan yang memadukan spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan penguatan karakter. Di tengah kemajuan teknologi dan dinamika zaman, UMS tetap konsisten menghadirkan nilai-nilai Islam dalam praktik pendidikan yang humanis dan transformatif.





