Kukuhkan Guru Besar ke-61, UMS Tegaskan Komitmen pada Konstruksi Ramah Lingkungan

fotoweb-2-31

Surakarta – Upaya menciptakan pembangunan yang ramah lingkungan kembali ditegaskan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui pengukuhan Prof. Ir. Mochamad Solikin, M.T., Ph.D. sebagai Guru Besar ke-61 dalam bidang Teknologi Bahan Konstruksi. Prosesi ini digelar dalam Sidang Terbuka Senat di Auditorium Moh. Djazman UMS, Kamis (19/6), bersamaan dengan pengukuhan Prof. Dr. Eny Purwandari, S.Psi., M.Si., sebagai Guru Besar Psikologi Kesehatan Mental.

Dalam pidato ilmiahnya yang bertajuk “Beton High Volume Fly Ash dengan Pemadatan Mandiri, Upaya Mewujudkan Pembangunan yang Lestari”, Prof. Solikin mengajak publik menilik kembali peran industri konstruksi dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Ia menyoroti bahwa industri beton, yang selama ini menjadi tulang punggung infrastruktur, juga menyumbang sekitar 7 persen dari total emisi karbon global—utamanya berasal dari produksi semen.

Sebagai solusi berkelanjutan, dosen Teknik Sipil UMS ini memperkenalkan teknologi High Volume Fly Ash Concrete (HVFA), yakni beton yang menggunakan fly ash—abu sisa pembakaran batu bara—sebagai bahan substitusi semen hingga 50 persen dalam campuran.

“Fly ash merupakan limbah yang kaya silika, dan saat ini sudah tidak lagi digolongkan sebagai limbah B3,” terang Prof. Solikin.

Ia mencatat bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 13 juta ton fly ash setiap tahunnya. Dengan memanfaatkan limbah ini secara optimal, potensi pengurangan konsumsi semen nasional bisa mencapai 21 persen—sekaligus menjadi langkah strategis menekan jejak karbon konstruksi.

Inovasi HVFA ini juga cocok digunakan untuk Self Compacting Concrete (SCC)—jenis beton yang tidak memerlukan proses pemadatan dengan getaran. Selain hemat energi, beton jenis ini juga memiliki kekuatan struktural dan ketahanan jangka panjang yang unggul.

Bersama tim di Pusat Studi Rekayasa Struktur UMS, Prof. Solikin telah menerapkan teknologi SCC dalam berbagai produk inovatif, mulai dari genteng ringan berbasis styrofoam, plat lantai half slab, hingga dinding panel berongga sepanjang 3,2 meter. Sejumlah inovasi ini telah melalui pengujian teknis dan telah diajukan hak patennya, sekaligus dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi.

“Insinyur masa kini harus membangun tanpa merusak, mencipta tanpa mencemari,” tutupnya, menegaskan visi keberlanjutan yang diusungnya.

Sidang pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Rektor UMS sekaligus Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. Turut hadir jajaran senat, pimpinan fakultas, mahasiswa, kolega, serta tamu dari berbagai institusi akademik dan industri.

Dengan pengukuhan ini, jumlah guru besar aktif di UMS kini mencapai 61 orang—sebuah capaian penting yang menunjukkan dedikasi kampus dalam pengembangan keilmuan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan dan lingkungan.

sumber: Ikhtiar Guru Besar Ke-61 UMS Mengupayakan Konstruksi Berkelanjutan – News UMS

Berita Lainnya

Scroll to Top