Pererat Kebersamaan Global, UMS Jamui Mahasiswa Asing dalam Makan Malam Bersama Rektor

IMG_4276

Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dan rasa kekeluargaan dengan mahasiswa internasional. Salah satu wujud nyata upaya tersebut diwujudkan melalui jamuan makan malam bersama Rektor UMS yang dihadiri oleh 20 mahasiswa asing dari berbagai negara, Rabu malam (24/12), di kediaman Rektor UMS.

Mahasiswa yang hadir berasal dari beragam latar belakang negara, antara lain Thailand, Kamboja, Myanmar, Laos, Zimbabwe, Rwanda, Yaman, Uganda, Bangladesh, Kenya, Timor Leste, Maroko, Palestina, Guinea, Turkmenistan, hingga Gambia. Mereka saat ini tengah menempuh pendidikan di berbagai program studi di UMS.

Suasana jamuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan dapat berkumpul dan berbagi kebersamaan dengan mahasiswa internasional UMS. Menurutnya, setiap rezeki yang diterima merupakan anugerah yang patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kami diberi ikan Bu Dullah dari Assalam, maka dengan itu rezeki ini harus dimanfaatkan dengan baik. Meskipun ini acara sederhana, tapi ini adalah anugerah rezeki dari Allah SWT,” ujarnya, Kamis (25/12).

Dalam kegiatan tersebut, Rektor UMS didampingi Sekretaris Universitas UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D. Diskusi santai pun mengalir sepanjang jamuan, mulai dari perbincangan mengenai ragam buah khas Indonesia seperti durian, petai, dan jengkol yang belum familiar di beberapa negara, hingga kekayaan hasil laut Indonesia seperti ikan patin dan tuna.

Kehangatan semakin terasa ketika para mahasiswa turut berbagi cerita tentang makanan khas, kebiasaan, serta budaya dari negara asal masing-masing. Percakapan lintas budaya itu menciptakan suasana inklusif dan memperkuat rasa saling memahami di antara sivitas akademika lintas bangsa.

Salah satu mahasiswa internasional, Panashe Ndlovu asal Zimbabwe, mengungkapkan rasa bahagianya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai jamuan makan bersama ini menjadi momen berharga untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan pimpinan universitas.

“Saya sangat bersyukur untuk memiliki kesempatan ini untuk berinteraksi dengan Rektor bersama Pak Andi dan staf lainnya. Ini benar-benar kesempatan unik bagi kami untuk berbicara secara santai dan benar-benar mengasyikan,” ungkapnya.

Panashe menambahkan, kehangatan yang ia rasakan membuat mahasiswa internasional merasa diterima dan nyaman selama menempuh studi di UMS.

“Bagi kita seorang pelajar internasional, kita merasakan bahwa kita berada di rumah. Terima kasih, telah menyambut dan membuat nyaman kami semua,” tuturnya.

Melalui kegiatan jamuan makan bersama ini, UMS menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada penguatan relasi kemanusiaan dan lintas budaya. Suasana kekeluargaan yang dibangun diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kebersamaan bagi mahasiswa internasional sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Berita Lainnya

Scroll to Top